Archive for Januari 2017
Pengertian Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
Jumat, 13 Januari 2017
Posted by carakasakti.blogspot.com
Pengertian Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan
Penduduk,
masyarakat, dan kebudayaan adalah konsep yang berhubungan satu sama lain.
Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang
tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah
tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, adalah
hubungan yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat yang ingin
mepertahankan kebudayaan didaerahnya tersebut.
Penduduk
adalah orang-orang yang berada di dalam
suatu wilayah yang terikat oleh aturan-aturan yang berlaku dan saling berinteraksi satu sama lain
secara terus menerus .
Masyarakat adalah sebuah manusia yang saling membutuhkan dan tergantung satu sama lain (interdependen). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama.
Masyarakat adalah sebuah manusia yang saling membutuhkan dan tergantung satu sama lain (interdependen). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama.
Kebudayaan
adalah sesuatu yang akan memengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem
ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan
sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan kebudayaan
adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia sebagai makhluk yang berbudaya,
berupa perilaku dan benda-benda yang bersifat nyata, misalnya pola-pola perilaku,
bahasa, peralatan hidup, organisasi sosial, religi, seni, dan lain-lain, yang
kesemuanya ditujukan untuk membantu manusia dalam melangsungkan kehidupan
bermasyarakat.
Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk
Ada beberapa
faktor yang
menyebabkan laju pertumbuhan penduduk di Indonesia sulit untuk dihindari, di
antaranya:
- · Peningkatan angka kelahiran
- · Umur panjang
- · Penurunan angka kematian
- · Kurangnya pendidikan, pengaruh budaya
- · Imigrasi dan emigrasi
Pertumbuhan
penduduk yang tinggi sebenarnya bisa memberikan dampak positif , di antaranya
dapat menjadi unsur penting dalam usaha
untuk meningkatkan produksi dan mengembangkan kegiatan ekonomi dengan
ketersediaan tenaga kerja yang melimpah.
Pertumbuhan
penduduk yang tinggi, khusunya yang terjadi di Indonesia tidak hanya bisa
berdampak positif saja, tetapi juga akan menimbulkan dampak negatif di berbagai
bidang yang tentunya akan saling mempengaruhi satu sama lainnya.
Dampak
negatif dari pertumbuhan penduduk yang tinggi ini akan timbul apabila
pertumbuhan penduduk yang terjadi tidak diimbangi dengan sarana dan prasarana
yang memadai untuk mendukung keberlangsungan hidup penduduk yang bersangkutan
dalam rangka memperoleh kehidupan dan penghidupan yang makmur dan sejahtera.
Akibat Positif
Pertumbuhan penduduk
Secara umum,
pertumbuhan penduduk membawa akibat positif dan negatif bagi manusia. Beberapa akibat positifnya antara lain sebagai
berikut.
1. Tersedianya tenaga kerja untuk
meningkatkan produksi dalam memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.
2. Bertambahnya kebutuhan akan pangan,
sandang, dan papan sehingga berkembang jumlah dan jenis usaha lokal.
3. Meningkatnya investasi atau
penanaman modal karena makin banyak
kebutuhan
manusia.
4. Meningkatnya inovasi karena
penduduk dipaksa untuk memenuhi kebutuhannya. Misalnya, agar produktivitas
lahan pertaniannya meningkat, manusia mengembangkan pupuk dan benih unggul
untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang terus meningkat.
Akibat Negatif
Pertumbuhan penduduk
1).
Meningkatnya Angka Pengangguran
Angka pertumbuhan
penduduk yang tidak seimbang dengan pertumbuhan lapangan kerja akan menimbulkan
masalah pengangguran. Sebagian tenaga kerja tidak terserap oleh lapangan kerja
yang ada karena kecepatan pertumbuhan lapangan kerja baru kalah oleh kecepatan
pertumbuhan penduduknya.
2).
Meningkatnya Angka Kriminal
Banyaknya
tenaga kerja yang menganggur atau belum mendapatkan pekerjaan sangat rentan
terhadap perilaku kejahatan atau kriminal. Desakan kebutuhan dapat memaksa
sebagian penduduk untuk melakukan tindak kejahatan.
3).
Meningkatnya Angka Kemiskinan
Pertumbuhan
penduduk yang tinggi berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan sumber daya,
khususnya sumber daya alam. Jika penduduk bertambah, harus disediakan lahan
baru untuk memenuhi kebutuhan pangan/ makanan dan rumah untuk tinggal.
Diperlukan lowongan pekerjaan baru bagi
mereka untuk
memenuhi kebutuhannya. Jika tidak terpenuhi, akan muncul masalah kemiskinan.
4).
Berkurangnya Lahan untuk Pertanian dan Permukiman
Bertambahnya
penduduk di suatu wilayah tentu membutuhkan lahan pertanian dan permukiman
baru. Setiap penduduk yang lahir memerlukan rumah untuk tinggal dan lahan
pertanian untuk memenuhi kebutuhan akan makanan. Makin banyak yang lahir, makin banyak lahan pertanian dan
permukiman baru yang harus disediakan. Pada gilirannya, lahan pertanian yang
ada akan berkurang karena dipakai untuk permukiman.
5). Makin
Banyaknya Limbah dan Polusi
Kegiatan
penduduk, baik kegiatan di rumah, kegiatan perdagangan, atau industri pasti
menghasilkan sampah atau limbah. Makin banyak penduduk, makin banyak limbah
yang dihasilkan. Pada gilirannya, sampah atau limbah akan berdampak buruk pula
bagi manusia.
6).
Ketersediaan Pangan Makin Berkurang
Permukiman,
industri, perdagangan, dan aktivitas manusia lainnya terus berkembang yang
akhirnya mengubah fungsi lahan pertanian menjadi non- pertanian. Akibatnya,
produksi pertanian berkurang dan terus berkurang. Ini berarti ketersediaan
pangan juga akan makin berkurang dan terpaksa harus mendatangkannya dari daerah
atau negara lainnya.
7).
Kesehatan Masyarakat Makin Menurun
Pertumbuhan
penduduk yang tinggi, khususnya di daerah perkotaan, akan membuat harga lahan
makin mahal. Akibatnnya, sebagian penduduk tidak mampu membeli lahan dengan
luas yang cukup memadai untuk permukiman. Permukiman menjadi sangat padat
sehingga tidak sehat. Apalagi jika sanitasinya buruk, tentu keadaan itu akan
menimbulkan berbagai macam penyakit.
8).
Berkembangnya Permukiman Tidak Layak Huni
Lahan yang
makin terbatas akibat tingginya laju pertumbuhan penduduk, terutama di daerah
perkotaan, mendorong naiknya harga lahan sehingga sulit dijangkau oleh sebagian
penduduk. Akibatnya, sebagian penduduk terpaksa tinggal di daerah yang kurang
layak dengan membangun rumah seadanya. Biasanya, mereka membangun rumah di tepi
sungai, sepanjang rel kereta api, atau lahan kosong milik pemerintah yang belum
di manfaatkan Daerah tersebut dikenal sebagai daerah kumuh (slum area).
Pengertian Kebudayaan
Pengertian Kebudayaan
secara umum adalah hasil cipta, rasa dan karsa manusia dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya yang kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni,
susila, hukum adat dan setiap kecakapan, dan kebiasaan. Sedangkan menurut
definisi Koentjaraningrat yang mengatakan bahwa
pengertian kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil yang
harus didapatkannya dengan belajar dan semua itu tersusun dalam kehidupan
masyarakat.
Unsur Kebudayaan
1. Sistem Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia.
2. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya.
Menurut Koentjaraningrat, setiap suku bangsa di dunia memiliki pengetahuan mengenai, antara lain:
a. alam sekitarnya;
b. tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya; c. binatang yang hidup di daerah tempat tinggalnya;
d zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya;
e. tubuh manusia;
f. sifat-sifat dan tingkah laku manusia;
g. ruang dan waktu.
3. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial.
1. Sistem Bahasa
Bahasa merupakan sarana bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan sosialnya untuk berinteraksi atau berhubungan dengan sesamanya. Dalam ilmu antropologi, studi mengenai bahasa disebut dengan istilah antropologi linguistik. Menurut Keesing, kemampuan manusia dalam membangun tradisi budaya, menciptakan pemahaman tentang fenomena sosial yang diungkapkan secara simbolik, dan mewariskannya kepada generasi penerusnya sangat bergantung pada bahasa. Dengan demikian, bahasa menduduki porsi yang penting dalam analisa kebudayaan manusia.
2. Sistem Pengetahuan
Sistem pengetahuan dalam kultural universal berkaitan dengan sistem peralatan hidup dan teknologi karena sistem pengetahuan bersifat abstrak dan berwujud di dalam ide manusia. Sistem pengetahuan sangat luas batasannya karena mencakup pengetahuan manusia tentang berbagai unsur yang digunakan dalam kehidupannya.
Menurut Koentjaraningrat, setiap suku bangsa di dunia memiliki pengetahuan mengenai, antara lain:
a. alam sekitarnya;
b. tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya; c. binatang yang hidup di daerah tempat tinggalnya;
d zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya;
e. tubuh manusia;
f. sifat-sifat dan tingkah laku manusia;
g. ruang dan waktu.
3. Sistem Kekerabatan dan Organisasi Sosial
Unsur budaya berupa sistem kekerabatan dan organisasi social merupakan usaha antropologi untuk memahami bagaimana manusia membentuk masyarakat melalui berbagai kelompok sosial.
4. Sistem
Peralatan Hidup dan Teknologi Manusia
selalu berusaha untuk mempertahankan hidupnya sehingga mereka akan selalu
membuat peralatan atau benda-benda tersebut.
5. Sistem
Ekonomi/Mata Pencaharian Hidup
Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.
Pada saat ini pekerjaan sebagai karyawan kantor menjadi sumber penghasilan utama dalam mencari nafkah. Setelah berkembangnya sistem industri mengubah pola hidup manusia untuk tidak mengandalkan mata pencaharian hidupnya dari subsistensi hasil produksi pertaniannya. Di dalam masyarakat industri, seseorang mengandalkan pendidikan dan keterampilannya dalam mencari pekerjaan.
Penelitian etnografi mengenai sistem mata pencaharian mengkaji bagaimana cara mata pencaharian suatu kelompok masyarakat atau sistem perekonomian mereka untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sistem ekonomi pada masyarakat tradisional, antara lain
a. berburu dan meramu;
b. beternak;
c. bercocok tanam di ladang;
d. menangkap ikan;
e. bercocok tanam menetap dengan sistem irigasi.
Pada saat ini pekerjaan sebagai karyawan kantor menjadi sumber penghasilan utama dalam mencari nafkah. Setelah berkembangnya sistem industri mengubah pola hidup manusia untuk tidak mengandalkan mata pencaharian hidupnya dari subsistensi hasil produksi pertaniannya. Di dalam masyarakat industri, seseorang mengandalkan pendidikan dan keterampilannya dalam mencari pekerjaan.
6. Sistem Religi
Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan
mereka masih primitif.
Koentjaraningrat menyatakan bahwa asal mula permasalahan fungsi religi dalam masyarakat adalah adanya pertanyaan mengapa manusia percaya kepada adanya suatu kekuatan gaib atau supranatural yang dianggap lebih tinggi daripada manusia dan mengapa manusia itu melakukan berbagai cara untuk berkomunikasi dan mencari hubungan-hubungan dengan kekuatan-kekuatan supranatural tersebut.Dalam usaha untuk memecahkan pertanyaan mendasar yang menjadi penyebab lahirnya asal mula religi tersebut, para ilmuwan sosial berasumsi bahwa religi suku-suku bangsa di luar Eropa adalah sisa dari bentuk-bentuk religi kuno yang dianut oleh seluruh umat manusia pada zaman dahulu ketika kebudayaan
mereka masih primitif.
7. Kesenian
Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi.
Berdasarkan jenisnya, seni rupa terdiri atas seni patung, seni relief, seni ukir, seni lukis, dan seni rias. Seni musik terdiri atas seni vokal dan instrumental, sedangkan seni sastra terdiri atas prosa dan puisi. Selain itu, terdapat seni gerak dan seni tari, yakni seni yang dapat ditangkap melalui indera pendengaran maupun penglihatan. Jenis seni tradisional adalah wayang, ketoprak, tari, ludruk, dan lenong. Sedangkan seni modern adalah film, lagu, dan koreografi.
MACAM
– MACAM KEBUDAYAAN INDONESIA
A.
KEBUDAYAAN BALI
Rumah
Adat
Salah satu contoh rumah adat
daerah Bali disebut Gapura Candi Bentar. Gapura Candi Bentar merupakan pintu
masuk istana raja yang merupakan pula rumah adat di Bali. Gapura Candi Bentar
dibuat dari batu merah dengan ukir yiran dari batu cadas. Balai Benggong
terletak pada sisi kanan dan Balai Wantikan terletak pada sisi kiri. Balai
Benggong adalah tempat istirahat raja beserta keluarganya. Balai Wantikan
adalah tempat adu ayam attau pegelaran kesenian. Kori Agung adalah pintu masuk
pada waktu upacara besar. Kori Babetelan merupakan pintu untuk
keperluankeluarga.
Pakaian
Adat
Pakaian adat pria Bali berupa ikat kepala (destra), kain
songket saput dan sebilah keris terlesip pada pinggang bagian
belakang.Sedangkan wanitanya memakai dua helai kain songket, setagen songket
atau meprada dan selendang atau senteng. Ia juga memakai hiasan bunga emas dan
bunga kamboja diatas kepala. Perhiasan yang dipakainya adalah subang, kalung,
dan gelang.
Tari
tarian Daerah Bali
a. Tari Legong, merupakan tarian yang berlatar belakang
kisah cinta raja dari Lasem.ditarikan secara dinamis dan memikat hati.
b. Tari Kecak, sebuat tarian berdasarkan cerita dari Kitab
Ramayana yang mengisahkan tentang bala tentara monyet dari Hanoman dan Sugriwa.
c.
Tari Jaran Teji, adalah jenis tari kreasi yang memanfaatkan gerak tari tradisi
untuk menggambarkan keterampilan para prajurit penanggung uda yang bersiap
siaga menuju medan perang.
Senjata
Tradisional
Keris sebagai senjata penduduuk Bali. Selain untuk membela
diri, keris dapat mewakili seseorang dalam suatu undangan pernikahan. Menurut
kepercayaan sebagai penduduk Bali, bila keris pusaka direndam dalam air putih
akan menyembuhkan anggota keluarga dari gigitan binatang berbisa. Gagang keris
yang terbuat dari kayu itu, ada pula yang berhiasan permata.Selain keris
terdapat pula tombak yang dipergunakan untuk berburu, berperang atau upacara
pembakaran mayat. Juga terdapat golok yang dipergunakan untuk keperluan bertani
serta untuk mempersiapkan upacara keagamaan.
Suku :
Suku dan marga yang terdapat didaerah Bali adalah : Bali, Jawa, dan Madura.
Bahasa
Daerah : Bali
Lagu
Daerah : Janger
B. KEBUDAYAAN MALUKU
Rumah
Adat
Rumah adat Maluku dinamakan
Baileo. Baileo dipakai untuk tempat pertemuan, musyawarah dan upacara adat yang
disebut Saniri Negeri. Rumah tersebut merupakan panggung dan dikelilingi oleh
serambi. Atapnya besar dan tinggi terbuat dari daun rumbia, sedangkan dindingnya
dari tangkai rumbai yang disebut.
Pakaian
Adat
Prianya memakai pakaian adat
berupa setelann jas berwarna merah dan hitam, baju dalam yang berenda dan ikat
pinggang. Sedangkan wanitanya memakai baju Cele, semacam kebaya pendek, dan
berkain yang disuji. Perhiasannya berupa anting anting, kalung dan cincin.
Pakaian ini berdasarkan adat Ambon.
Tarian
tarian Daerah Maluku
a. Tari Lenso, merupakan tari
pergaulan bagi segenap lapisan masyarakat Maluku.
b. Tari Cakalele, adalah tari
perang yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang gagah perkasa.
c. Tari Cakaola, merupakan
jenis tari pergaulan yang digarap berdasarkan unsur unsur gerak tari
tradisional Orlapei dan Saureka reka. Tari ini biasannya ditarikan untuk
memeriahkan pesta pesta atau dipertunjukkan dalam rangka manjamu tamu tamu
terhormat.
Senjata
Tradisional
Senjata tradisional yang
terkenal di Maluku adalah Parang Salawaku. Panjang parang 90-100cm, sedangkan
Salawaku (perisainya) dihiasi dengan motif motif yang melambangkan keberanian.
Parang tersebut terbuat dari
bahan besi yang keras dan ditempa oleh seorang pandai besi khusus. Tangkai
parang terbuat dari kayu keras, seperti kayu besi atau kayu gupasa. Sedangkan
Salawaku (perisainya) terbuat dari kayu yang keras pula. Selain untuk keperluan
perang, parang salawaku dipakai pula dalam menarika tari Cakalele.
Suku :
Suku dan marga yang terdapat didaerah Maluku adalah : Rana, Alifuru, Togitil,
Furu Aru, dan lain lain.
Bahasa
Daerah : Togitil, Furu Aru, dan Ahfuru.
Lagu
Daerah : Kole kole, Mande mande, Rasa Sayang Sayange
C. KEBUDAYAAN BANGKA BELITUNG
Rumah
Adat Bangka Belitung
Rumah
Adat khas Bangka Belitung bernama Rumah Panggung. Rumah ini bercirikan khas
Melayu seperti yang ada di daerah-daerah pesisir Sumatera serta Malaka. Rumah
panggung terbuat dari kayu, bambu atau rotan. Ada 9 tiang yang digunakan untuk
mendirikan bangunan ini berdasarkan falsafah 9 tiang yang dipercaya masyarakat
di Bangka Belitung ini. Tiang yang pertama kali dibangun yaitu tiang utamanya
terletak ditengah bangunan. Sebagai atapnya ditutup menggunakan daun rumbia dan
model atap sebagian berarsitektur Terpancung. Sedangkan dindingnya menggunakan
kulita kayu atau pelepah. Sebagian dari atap sisi bangunan dengan arsitektur
ini terpancung.
Pakaian
Adat Bangka Belitung
Pakaian
adat pernikahan mempelai laki-laki Bangka Belitung mengenakan Jubah panjang
sebatas betis kaki berwarna merah yang terbuat dari bahan beludru disertai
hiasan manik-manik dan pakaian bawahnya memakai celana. Pada bahu sebelah kanan
diselempangkan sebuah kain. Di kepala dikenakan sorban sebgai penutup kepala (
sungkon ) dan sandal Arab sebagai alas kakinya.
Sedangkan
pakaian adat pengantin wanita mengenakan baju kurung berwarna merah berbahan
beludru dan memakai kain tenun asli Bangka yang disebut dengan kain cual. Pada
dada dihiasi dengan penutup dada atau teratai dan dilengkapi hiasan Ronce
Melati. Dan untuk hiasan kepala dikenakan Paksian yang meliputi hiasan-hiasan
Kembang Goyang, Kembang Cempaka, Gelang, Daun Bambum, Anting Panjang, Sari
Bulan, pending untuk dipinggang dan lain sebagainya.
Senjata
tradisional
- - Senjata Kedik, yaitu alat yang digunakan untuk alat petanian, perkebunan lada
- - Parang Bangka, yaitu senjata yang mirip golok di jawa, dibuat agak berat dan lebar agar sasaran dengan cepat dapat terpotong. Alat ini digunakan dalam perkelahian jarak pendek serta dapat digunakan untuk menebang pohon.
Alat
musik: Gendang Melayu, Suling, Rebana dan Dambus
Tarian
tradisional: Tari Campak, Tari Zapin, Tari Tanggai, Taru
Bahtera Bertiang Tujuh
Makanan
Tradisional:
- - Kemplang belacan, yaitu berbahan dari sagu dan ikan. Bentuknya bulat lebar dan belacan atau terasi sebagai pelengkap sambalnya.
- - Lempah kuning, yaitu berbahan ikan laut dan daging yang diberi berbagai macam bumbu meliputi bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas dsb. Makanan ini merupakan masakan khas dari Pulau Bangka.
D. KEBUDAYAAN GORONTALO
Rumah
Adat
-
Doluhapa, merupakan rumah adat Gorontalo yang digunakan untuk
tempat bermusyaarah. Pada masa-masa pemerintahan raja, Doluhapa digunakan untuk
ruang pengadilan, tmpat untuk memvonis penghianat melalui 3 aturan yaitu:
- · Alur pertahanan (keamanan), dikenal sebagai Buwatulo Bala;
- · Alur hukum agama islam, dikenal sebagai Buwatulo Syara;
- · Alur Hukum adat, dikenal sebagai Buwatulo Adati.
Kini rumah adat Doluhapa
digunakan oleh masyarakat Gorontalo difungsikan untuk tempat menjalankan
upacara pernikahan dan juga upacara adat lain nya.
Pakaian
Adat Gorontalo
Pakaian
adat Gorontalo yang biasa dikenakan pada saat upacara pernikahan, upacara
khitanan, upacara baiat (pembeatan wanita), upacara penyambutan tamu, maupun
upacara adat lainnya.
Pakaian
adat pada pria berupa baju tertutup yang dipadankan dengan celana panjang.
Pakaian ini dilengkapi penutup kepala dan kain sarung yang dililitkan di
pinggang. Serta ada senjata tradisional wamilo diselipkan dililitan sarung
tersebut.Sedangkan pakaian adat pada wanita berupa baju berukuran panjang
sejenis baju kurung. Dan anting berwarna emas. Biasanya, rambut wanita
disanggul dengan bentuk sederhana dan dihiasi kembang emas.
Tari
Tradisional Gorontalo
Tari
tradisional provinsi Gorontalo adalah tari Polo-polo. Tari ini merupakan tari
pergaulan bagi muda-mudi. Gerakkan tari ini dinamis dan beraturan. Biasanya,
penarinya adalah wanita dan dilakukan oleh lebih dari dua orang. Selain itu, ada juga tari Peule Cinde.
Tari ini, termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak acaranya
adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu.
Senjata
Tradisional : Wamilo
Senjata tradisional ini
berbentuk seperti golok. Namun, bagian ujung hulunya sedikit melengkung ke
bawah. Senjata tradisional lainnya adalah badik, Wamilo, Bitu'o (sejenis
Keris), Sabele (sejenis Parang atau Lilang) dan Travalla.
Bahasa
Daerah
Pada dasarnya terdapat banyak
bahasa daerah di Gorontalo. Namun hanya tiga bahasa yang cukup dikenal
masyarakat di wilayah ini, yaitu Bahasa Gorontalo, Bahasa Suwawa (disebut juga
Bahasa Bonda), dan Bahasa Atinggola (Bahasa Andagile).
Alat
Musik : Polopalo
Alat
musik ini terbuat dr bambu, berbentuk seperti garputala raksasa dan cara
memainkannya yaitu dengan memukulkannya ke lutut. Pada perkembangannya, alat
musik ini disempurnakan pada beberapa hal, salah satunya adalah kini Polopalo
dibuatkan sebuah pemukul dari kayu yang dilapisi karet agar membantu dan
mempermudah untuk memainkannya. Pengembangan ini memberi perubahan selain tidak
memeberi rasa sakit pada bagian tubuh yang dipukul, juga membuat alat musik ini
berbunyi lebih keras atau nyaring.
E. KEBUDAYAAN BANTEN
Rumah
Adat
Rumah
adat Banten adalah rumah adat suku Baduy, oleh Karena itu pemerintah menetapkan
nama rumah adat Banten adalah rumah Badui. Rumah tradisional ini berupa
panggung yang terbuat dari dari kerangka bambo, kayu nangka, kayu jati serta
batang pohon kelapa dengan beratapkan daun nyiur ataupun ilalang dan lantainya
yang terbuat dari pelepah bambu yang telah dibelah.
Pakaian
Adat
Pakaian
adat Banten pada Pria mengenakan pakaian model baju koko dengan lehernya yang
tertutup. Serta pakaian bawahnya dilengkapi celana panjang serta diikatkan
dengan kain batiknya. Pada bajunya dikenakan ikat pinggang dan diselipkan
sebilah parang di ikat pinngang tersebut bagian depan. Serta di bahu
diselempengkan sehelai kain.Sedangkan pakaian adat Banten pada wanitanya,
memakai baju adat kebaya serta kain batin sebagai bawahannya. Pakaian ini juga
diselempangkan sehelai kain di bahu dan dihiasi dengan bros kerajinan tangan
pada bagian depan kancing kebayanya. Pada rambut di sanggul dan dihiasi dengan
kembang goyang berwarna keemasan.
Tarian
Daerah: Tari Topeng
Tarian ini dilakukan oleh satu orang pria atau
lebih sesuai dengan kebutuhan. Gerakkan tari ini tempak gemulai.Tarian topeng
mengisahkan tentang seorang rasa yang balas dendam karena cintanya yang
ditolak.
Alat
Musik: Angklung Buhun, Pantung Bambu, Rampak Beduk.
Senjata
Tradisional: Parang
Bahasa
Daerah: bahasa Jawa Banten dan bahasa Sunda
Suku
bangsa: Suku Baduy
Contoh Permasalahan Penduduk Di sekitar Kita
Contoh Permasalahan Penduduk Di sekitar Kita
Meningkatnya populasi penduduk di sekitar yang di sebabkan perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke daerah perkotaan hal ini menyebabkan meningkat nya kebutuhan perumahan mengakibatkan kemacetan di suatu daerah selain itu permasalaan penduduk di daerah pemukian biasa nya adalah Kesenjangan sosial dan meningkat nya angka kriminal yang menyebabkan rumah-rumah di sekitar mengalami pembobolan oleh para kriminal tersebut selain itu Kesehatan Masyarakat Makin menurun banyak nya penduduk yang tinggal di suatu daerah menimbulkan berbagai penyakit seperti DBD.
Solusi nya yang harus di lakukan:
Untuk menangani permasalahan Penduduk di Sekitar kita dengan cara Program transmigrasi, dan pembangunan oleh pemerintah, untuk menangani masalah kesehatan di sekitar kita adalah dengan cara pembangunan fasilitas kesehatan seperti pusat kesehatan (Puskesmas) oleh pemerintah sekitar, dan untuk masalah kriminal di sekitar kita pemerintah setempat harus memperbanyak pengamanan seperti di adakan nya ronda keliling perumahan atau memberikan informasi pekerjaan kepada tetangga-tetangga karna aksi kriminal biasa nya di dasari karna orang tersebut tidak memiliki pekerjaan serta timbulah rasa kriminal terhadap orang tersebut