/>
Posted by : carakasakti.blogspot.com Rabu, 15 April 2020

Warkat yang dapat diperhitungkan dalam kliring adalah:

a.  Cek
   Cek adalah sebagaimana diatur dalam KUHD termasuk cek dividen, cek perjalanan, cek                     cinderamata, dan jenis cek lainnya yang penggunaannya dalam kliring disetujui oleh Bank Indonesia.
b.  Bilyet giro 
 Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkan namanya.
c.  Wesel bank untuk transfer (WBUT)
    Adalah wesel sebagaimana diatur dalam KUHD yang diterbitkan oleh bank khusus untuk sarana          transfer.
d.  Surat Bukti Penerimaan Transfer (SBPT)
    Adalah surat bukti penerimaan transfer dari luar kota yang dapat ditagihkan kepada bank peserta        penerima dana transfer melalui kliring lokal.
e.  Warkat debit
   Adalah warkat yang digunakan untuk menagih dana pada bank lain untuk untung bank atau                nasabah  bank yang menyampaikan warkat tersebut.
   - Warkat  debet  keluar,  yaitu   :  warkat  bank  lain  yang  disetorkan  oleh  nasabah  sendiri  untuk        keuntungan  rekening  nasabah  yang  bersangkutan.
   - Warkat  debet  masuk,  yaitu  :  warkat  yang  diterima  oleh  suatu  bank  dari  bank  lain  melalui       BI atas warkat atau cek bank sendiri yang ditarik oleh nasabah sendiri dan atas beban nasabah              yang  bersangkutan.
f.  Warkat kredit
   Adalah warkat yang digunakan untuk menyampaikan dana pada bank lain untuk untung bank atau       nasabah bank yang menerima warkat tersebut.
   - Warkat  kredit  keluar, yaitu : warkat  dari  nasabah  sendiri  untuk  disetorkan  kepada  nasabah           bank  lain  pada  bank  lain.  Bank  yang menyerahkan  warkat  tersebut  akan  mengkreditkan             rekening  giro  BI  dan  mendebet  giro  nasabah.
  - Warkat  kredit  masuk, yaitu  : warkat  yang  diterima  oleh  suatu  bank  untuk  keuntungan                 rekening  nasabah  bank  tersebut.  Bank  yang  menerima warkat  tersebut  akan  mendebit                 rekening  giro  B I  dan  mengkredit  giro  nasabah.

Proses mekanisme warkat-warkat kliring di lembaga kliring 
  1. Kliring Keluar, membawa warkat kliring ke lembaga kliring (Nota debet/kredit keluar). 
  2. Kliring Masuk, menerima warkat kliring dari lembaga kliring (Nota debet/kredit masuk) .
  3. Pengembalian Kliring, pengembalian warkat yang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan..

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Selamat Datang

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports