Archive for Juli 2019
ANIMASI DAN DESAIN GRAFIS
TEORI ANIMASI
Apa itu animasi? Pengertian Animasi adalah
gambar bergerak yang berasal dari kumpulan berbagai objek yang disusun secara
khusus sehingga bergerak sesuai alur yang sudah ditentukan pada setiap hitungan
waktu. Objek yang dimaksud adalah gambar manusia, tulisan teks, gambar
hewan, gambar tumbuhan, gedung, dan lain sebagainya.
Ada juga beberapa orang yang mendefinisikan
animasi sebagai hasil pengolahan gambar tangan menjadi gambar bergerak
yang terkomputerisasi. Dulunya proses membuat konten animasi memerlukan gambar
tangan yang dibuat hingga berlembar-lembar. Namun, dengan kemajuan di bidang
teknologi komputer animasi tidak lagi dibuat diatas kertas melainkan langsung
di komputer.
Istilah animasi bukan hal asing lagi bagi
Kita, terutama anak-anak. Ini karena konten animasi biasanya Kita temukan pada
jenis film-film tokoh kartun atau anime.
Para pembuat konten animasi disebut dengan
animator. Saat ini ada banyak perusahaan sukses di bidang pembuatan film
animasi, diantaranya seperti Walt Disney, Pixar, DreamWorks, lain-lain. Dalam
artikel ini akan dibahas secara lengkap tentang pengertian animasi, prinsip,
dan jenis animasi.
Pengertian Animasi Menurut Para
Ahli
Beberapa ahli pernah menjelaskan tentang
pengertian animasi, diantaranya adalah:
1. Agus Suheri
Menurut Agus Suheri pengertian animasi adalah
kumpulan dari gambar yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga dapat
menghasilkan gerakan.
2. Ibiz Fernandez
Menurut Ibiz Fernandes pengertian animasi
adalah sebuah proses merekam dan memainkan kembali serankaian gambar statis
untuk mendapatkan sebuah ilusi pergerakan.
Prinsip-Prinsip Animasi
Setelah memahami pengertian animasi, tentunya
kita juga perlu mengetahui prinsip-prinsip animasi. Ada dua belas prinsip
animasi, diantaranya adalah:
1. Kemampuan Menggambar (solid drawing)
Solid drawing adalah kemampuan individu dalam
membuat gambar dengan baik dan benar, dan juga kemampuan dalam mengkomposisikan
gambar sehingga terlihat lebih nyata.
2. Menekan dan Melentur (Squash and Stretch)
Squash and Stretch adalah membuat objek hidup
ataupun objek mati terlihat seolah-olah nyata sehingga terlihat bergerak secara
realistis dan lebih hidup.
3. Antisipasi (Anticipation)
Anticipation adalah membuat gerakan pada
sebuah objek secara berurutan sehingga penonton dapat memahami dan menikmati
animasi yang ditampilkan.
4. Tata Gerak (Staging)
Staging adalah penataan gerak dengan membuat
ekspresi pada karakter atau objek dalam animasi sehingga penonton lebih mudah
mengenalinya.
5. Straight Ahead and Pose to Pose
Ini adalah langkah seorang animator bekerja,
yaitu dengan terencana dalam membuat gambar, membuat gerakan dan ukuran, yang
dilakukan sejak awal membuat animasi.
6. Gerakan Mengikuti
Ketika scene berhenti bergerak, karakter
tidak berhenti secara tiba-tiba. Ini membuat sebuah animasi terlihat lebih
realistis.
7. Slow In and Slow Out
Ini adalah pengaturan staging dan timing dari
satu scene ke scene lainnya dalam sebuah animasi.
8. Konstruksi Lengkung (Archs)
Membuat pergerakan tubuh karakter/ objek
animasi terlihat lebih smooth. Misalnya gerakan mahluk hidup atau gerakan
benda-benda dalam animasi terlihat lebih realistis.
9. Penentuan Waktu (Timing)
Ini adalah penentuan waktu yang tepat kapan
suatu gerakan diberikan pada karakter/ objek dalam animasi yang dibuat.
10. Gerakan Pendukung (Secondary Action)
Ini adalah membuat berbagai gerakan pendukung
untuk melengkapi karakter pada ekspresi ataupun aksi agar terlihat lebih nyata.
11. Melebihkan (Exaggeration)
Ini merupakan upaya membuat suatu karakter
terlihat lebih meyakinkan dalam aksinya, misalnya membuat sebuah karakter
menjadi lebih lucu.
12. Daya Tarik (Appeal)
Ini merupakan kualitas dari animasi dimana
penonton dapat menikmati gambar yang memikat, desain yang bagus, punya daya
tarik, dan kelebihan lainnya.
Jenis-Jenis
Animasi
Secara umum jenis animasi dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu:
1. Animasi Berdasarkan Bentuk Karakter
a. Stop Motion Animation/ Claymation
Jenis animasi ini pertamakali ditemukan oleh
Blakton pada tahun 1906. Blakton memanfaatkan tanah liat (clay) sebagai objek
animasi.
Contoh film yang memakai teknik animasi clay
adalah film Chicken Run dan Shaun the sheep. Tentu saja bahan yang digunakan bukanlah
tanah liat biasa tapi palasticin, yaitu bahan yang elastis/ lentur.
b. Animasi 2 Dimensi (2D)
Animasi 2D kita kenal dengan kartun
(cartoon), yaitu kumpulan gambar-gambar lucu dalam film animasi untuk menghibur
penonton. Beberapa contoh film kartun misalnya; Donal Bebek, Tom & Jerry,
dan lain-lain.
c. Animasi 3 Dimensi (3D)
Teknologi berperan besar bagi kemajuan
animasi, khususnya teknologi komputer. Animasi 3D adalah pengembangan dari
animasi 2D dimana objek dalam animasi menjadi terlihat lebih hidup.
Film-film animasi yang kita lihat saat ini
sudah menggunakan animasi 3D dan CGI (Computer Generated Imagery). Misalnya;
Finding Nemo, Toy Story, dan lain-lain.
d. Animasi Jepang (Anime)
Film animasi Jepang (anime) sangat disukai
berbagai kalangan di dunia dari segala usia. Beberapa anime Jepang yang sangat
populer misalnya One Piece, Slam Dunk, Naruto, dan lain-lain.
2. Animasi Berdasarkan Teknik Pembuatannya
a. Animasi Cell
Berasal dari kata “Celluloid”, ini merupakan
teknik membuat film animasi yang cukup populer. Animasi cell biasanya merupakan
lembaran-lembaran yang akan membentuk animasi tunggal. Jadi masing-masing cel
merupakan bagian terpisah. Misalnya objek dan latar belakangnya terpisah,
sehingga bisa bergerak secara mandiri.
b. Animasi Frame
Animasi frame adalah animasi yang menggunakan
rangkaian gambar yang ditunjukan secara bergantian. Contoh sederhananya,
seperti saat kita membuat gambar/ objek yang berbeda-beda pada
lembaran-lembaran buku, lalu membuka buku tersebut secara cepat dengan jari maka
gambar tersebut akan terlihat seolah-olah bergerak.
c. Animasi Sprite
Animasi sprite menggunakan latar belakang
diam lalu gambar digerakkan di bagian depan. Teknik ini adalah bagian dari
animasi yang bergerak secara mandiri, misalnya seperti burung terbang, planet
yang berotasi, bola yang memantul, logo yang berputar, dan lain-lain.
d. Animasi Path
Teknik animasi path adalah animasi dengan
menggerakkan obyek di sepanjang garis yang ditentukan sebagai lintasan.
Contohnya dalam pembuatan animasi kereta api, pesawat terbang, lain-lain yang
membutuhkan lintasan gerak tertentu.
e. Animasi Vektor
Teknik animasi vektor mirip seperti animasi
sprite, bedanya animasi sprite menggunakan bitmap sedangkan animasi vektor
menggunakan rumus matematika untuk menggambarkan sprite-nya.
f. Animasi Spline
Teknik animasi Spline merupakan representasi
matematis dari kurva, sehingga gerakan objek mengikuti garis berbentuk lurus
dan berbentuk kurva.
g. Animasi Karakter
Teknik animasi karakter umumnya ada di film
kartun dan juga pada film animasi 3D. Dalam animasi karakter, semua bagian
dalam animasi bergerak bersamaan namun karakter setiap objek punya ciri dan
gerakan yang berbeda.
Baca juga: Pengertian Storyboard
Manfaat
Konten Animasi dalam Strategi Marketing Bisnis
Saat ini sudah banyak pebisnis yang
menggunakan cara promosi atau marketing seperti ini untuk mengenalkan produk
mereka kepada masyarakat. Seperti pada pengertian animasi di atas sebagai
gambar-gambar yang bergerak, maka disini promosi dilakukan melalui konten
animasi dimana tidak hanya disebarkan melalui iklan televisi saja namun bisa
melalui media sosial.
Bicara tentang strategi pemasaran bisnis
memang saat ini lebih banyak yang menggunakan konten animasi melalui video
berdurasi pendek. Tujuannya adalah untuk menarik ketertarikan masyarakat
terutama melalui jejaring media sosial.
Berikut manfaat konten animasi untuk strategi
marketing bisnis Anda:
1. Menciptakan
Ketertarikan Masyarakat Pada Produk
Sasaran uatam dalam marketing tentu saja
menarik minat masyarakat untuk membeli produk Anda. Dari hasil survey
menyatakan bahwa lebih dari 80% konsumen membeli suatu produk karena pernah
melihat iklan produk tersebut melalui video durasi pendek.
Jika Anda mengaplikasikan konten animasi
dalam video promosi Anda, maka bisa jadi ini akan menambah minat masyarakat
untuk menontonnya.
2. Menjelaskan Produk Lebih Objektif
Promosi dengan cara menampilakn video dengan
konten animasi dirasa lebih objektif untuk mengenalkan produk. Konten video
yang dibuat dengan runtut dan alur yang jelas akan lebih mudah dipahami
masyarakat.
3. Meningkatkan Kunjungan Website
Setiap perusahaan profesional seharusnya
memiliki website resmi sebagai informasi online-nya. Jika Anda menampilak
konten-konten video animasi kreatif dalam website Anda, maka bisa membantu
meningkatkan kunjungan website, karena semakin bagus konten website maka
pengunjung pun akan semakin banyak dan tentunya promosi produk Anda menjadi
lebih efektif.
4. Meningkatkan Conservation Rate
Pada kasus produk dengan inovasi baru
biasanya perusahaan akan kesulitan untuk menyampaikan bagaimana produk tersebut
bekerja. Maka dari itu dengan menggunakan animasi bisa membantu menjelaskan
detail produk kepada konsumen melalui konten video yang mirip dengan tutorial.
5. Shareable
Jika dibandingkan dengan postingan seperti
gambar, video yang komunikatif dan menarik lebih banyak di-share atau dibagikan
ke antar teman melalui media sosial. Strategi marketing atau promosi melalui
media sosial memang paling efektif dan efisien mengingat penggunannya akan
selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Contoh animasi,
( One Piece )
Kesimpulan : animasi dalam kehidupan kita sudah tidak asing lagi karna bisa di temukan di tv, internet,dll
Sekilas Desain Grafis
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap sebagai gambar karena merupakan hasil dari abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan.
Desain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda, merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).
Seni desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan tata letak.
Definisi Desain Grafis
Desain grafis adalah salah satu bentuk seni lukis (gambar) terapan yang memberikan kebebasan kepada sang desainer (perancang) untuk memilih, menciptakan, atau mengatur elemen rupa, seperti ilustrasi, foto, tulisan, dan garis di atas suatu permukaan dengan tujuan untuk diproduksi dan dikomunikasikan sebagai sebuah pesan.
Gambar maupun tanda yang digunakan bisa berupa tipografi atau media lainnya seperti gambar atau fotografi. Desain grafis umumnya diterapkan dalam dunia periklanan, packaging, perfilman, dan lain-lain.
Definisi Desain Grafis Menurut Para Ahli
a. Menurut Suyanto, “Aplikasi dari keterampilan seni dan komunikasi untuk kebutuhan bisnis dan industri”.
b. Jessica Helfand, “Kombinasi kompleks kata-kata dan gambar, angka-angka dan grafik, foto-foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-eleman ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversif atau sesuatu yang mudah diingat”.
c. Danton Sihombing, “Mempekerjakan berbagai elemen seperti marka, simbol, uraian verbal yang divisualisasikan lewat tipografi dan gambar, baik dengan teknik fotografi ataupun ilustrasi”.
d. Michael Kroeger, “Visual communication (komunikasi visual) adalah latihan teori dan konsep-konsep melalui terma-terma visual dengan menggunakan warna, bentuk, garis dan penjajaran”.
Pada dasarnya untuk menciptakan karya desain grafis yang bagus, seni dan taste adalah dua hal yang perlu dikedepankan. Selain itu, mempelajari teori dan teknik juga tidak kalah pentingnya agar karya yang dihasilkan menjadi sebuah masterpiece.
contoh desain grafis :
Iklan
Logo animasiCuplikanPresentasiVideo promosiVideo tutorialSitus webAplikasiVideo gameSpandukGIFkesimpulan : desain grafis banyak di temukan di semua aspek dan di kehudapan sehari-hari kita sama hal nya animasi