/>

Archive for April 2020

Jenis Rasio Likuiditas

Senin, 20 April 2020
Posted by carakasakti.blogspot.com

Jenis Rasio Likuiditas

1. Current Ratio, rasio ini menunjukan perbandingan aset lancar dengan kewajiban lancar. Semakin tinggi maka artinya semakin baik likuiditasnya.

2. Quick Ratio, menunjukkan perbandingan antara (kas + sekuritas jangka pendek + piutang) dengan kewajiban lancar. Dengan kata lain merupakan jumlah perimbangan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dengan hutang lancar. Quick ratio juga biasa disebut dengan acid test ratio. Persediaan tidak dimasukan dalam perhitungan rasio ini karena persediaan merupakan aktiva lancar yang memiliki tingkat likuiditas yang kecil. Semakin tinggi hasilnya, semakin baik likuiditasnya.

Unloanable Fund dan Loanable Fund

Posted by carakasakti.blogspot.com
Unloanable Fund

  1. Reserved Requirement :  Reserve requirement (RR) atau legal reserve requirement (LRR) di Indonesia dikenal dengan istilah Giro Wajib Minimum (GWM) adalah suatu simpanan minimum yang wajib diperlihara dalam bentuk giro pada Bank Indonesia bagi semua bank. 
  2. Jumlah kas yang harus tersedia bila nasabah mengadakan penarikan dana.
  3. Cadangan Operasional.
Loanable Fund
  1. Idle fund : dana yang masih menganggur atau belum digunakan pada alokasi yang produktif bagi Bank.
  2. Operating fund : dana yang sudah dioperasikan oleh Bank terutama dalam bentuk kredit yang diberikan pada debitur.

Tugas Bank Central

Posted by carakasakti.blogspot.com

Tugas Bank Indonesia (BI) Sebagai Bank Sentral
Ditunjuknya Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral Indonesia ada di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD) Pasal 23D. Hal ini juga di perkuat dengan Undang-Undang No 23 Tahun 1999 yang merupakan perundang-undangan tentang Bank Indonesia.
Bank Indonesia (BI) didirikan pada tanggal 24 Januari 1982 oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan nama De Javanesche Bank (DJB). Jadi bisa dibilang bank ini didirikan ketika Indonesia masih dijajah oleh Belanda. Lalu pada tanggal 1 Juli 1953, De Javanesche Bank mengalami nasiolisasi yang kemudian berganti nama menjadi Bank Indonesia atau BI seperti yang kita kenal sekarang ini.
Adapun tugas Bank Indonesia (BI) sebagai bank sentral Indonesia adalah:
  1. Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter
Guna menjaga sistem perekonomian di Indonesia tetap stabil maka dibuatlah sebuah kebijakan moneter. Kebijakan moneter sendiri berfungsi untuk menjaga atau mengendalikan jumlah uang yang tersebar di masyarakat tetap stabil. Sehingga harga barang-barang pokok juga tetap bisa dikendalikan.
Selain itu tujuan ditetapakannya kebijakan moneter ini adalah untuk mendukung pertumbuhan perekonomian Negara Indonesia. Sehingga sebelum Bank Indonesia (BI) menetapkan sebuah kebijakan moneter BI harus berunding dengan Pemerintah Indonesia terlebih dahulu. Agar kebijakan moneter yang akan dibuat ini memiliki visi dan misi yang sama dengan Pemerintah Indonesia dalam mendukung perkembangan perekonomian Indonesia.
  1. Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran
Bagi Anda yang memiliki rekening di salah satu bank yang ada di Indonesia tentu saja Anda sudah tahu tentang sistem pembayaran yang berlaku di Indonesia. Ada dua sistem pembayaran yang bisa di gunakan di Indonesia yaitu sistem pembayaran tunai dan sistem pembayaran non tunai.
Tugas BI selaku Bank Sentral Indonesia adalah menciptakan sebuah aturan, standar, prosedur, dan kesepakatan yang akan dipakai pada sistem pembayaran ini. Sehingga antara satu bank dengan bank yang lain memiliki aturan sistem pembayaran yang sama. Dengan begitu sistem pembayaran non tunai dan tunai di Indonesia bisa berjalan dengan lancar.
  1. Mengatur dan Mengawasi Perbankan di Indonesia
Tugas BI (Bank Indonesia) sebagai Bank Sentral Indonesia selanjutnya adalah mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia. Dimana pengawasan ini meliputi seluruh jenis dan tipe bank yang ada di Indonesia. Baik itu bank asing, bank umum, maupun bank swasta.
Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk menciptakan kestabilan dalam sistem keuangan Indonesia. Serta membatasi resiko dan juga biaya krisis sistemik yang mungkin akan muncul di kemudian hari. Biasanya pengawasan yang dilakukan oleh BI ini merupakan pengawasan makroprudensial. Dengan tugas yang dimiliki oleh BI ini maka sistem keuangan di Indonesia bisa tetap stabil untuk jangka waktu yang lama.

Enam Pilar Arsitektur Perbankan Indonesia (API)

Posted by carakasakti.blogspot.com

Guna mempermudah pencapaian visi API maka ditetapkan beberapa sasaran yang ingin dicapai yaitu:
  1. Menciptakan struktur perbankan domestik yang sehat yang mampu memenuhi kebutuhan mayarakat dan mendorong pembangunan ekonomi nasional yang berkesinambungan.
  2. Menciptakan sistem pengaturan dan pengawasan bank yang efektif dan mengacu pada standar internasional.
  3. Menciptakan indusrti perbankan yang kuat dan memiliki daya saing yang tinggi serta memiliki ketahanan dalam menghadapi risiko.
  4. Menciptakan good corporate governance dalam rangka memperkuat kondisi internal perbankan nasional.
  5. Mewujudkan infrastruktur yang lengkap untuk mendukung terciptanya industri perbankan yang sehat.
  6. Mewujudkanpemberdayaan dan perlindungan konsumen jasa perbankan.


Keenam sasaran yang ingin dicapai API tersebut dituangkan kedalam enam pilar yang saling terkait satu sama lain guna menunjang pencapaian visi API. Enam Pilar API tersebut dapat dilihat dibawah, sebagai berikut:

Sistem Perbankan yang sehat, kuat, dan efisien guna menciptakan kestabilan sistem keuangan dalam rangka membantu pertumbuhan ekonomi nasional. Ada enam pilar API yaitu:
  1. Sistem perbankan yang sehat.
  2. Sistem pengaturan yang efektif.
  3. Sistem pengawasan yang berindependen dan efektif.
  4. Industri perbankan yang kuat.
  5. Infrastruktur pendukung yang mencukupi.
  6. Perlindungan nasabah.

Jenis Warkat dan Mekanisme Kliring

Rabu, 15 April 2020
Posted by carakasakti.blogspot.com
Warkat yang dapat diperhitungkan dalam kliring adalah:

a.  Cek
   Cek adalah sebagaimana diatur dalam KUHD termasuk cek dividen, cek perjalanan, cek                     cinderamata, dan jenis cek lainnya yang penggunaannya dalam kliring disetujui oleh Bank Indonesia.
b.  Bilyet giro 
 Bilyet giro adalah surat perintah dari nasabah kepada bank penyimpan dana untuk memindahbukukan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada rekening pemegang yang disebutkan namanya.
c.  Wesel bank untuk transfer (WBUT)
    Adalah wesel sebagaimana diatur dalam KUHD yang diterbitkan oleh bank khusus untuk sarana          transfer.
d.  Surat Bukti Penerimaan Transfer (SBPT)
    Adalah surat bukti penerimaan transfer dari luar kota yang dapat ditagihkan kepada bank peserta        penerima dana transfer melalui kliring lokal.
e.  Warkat debit
   Adalah warkat yang digunakan untuk menagih dana pada bank lain untuk untung bank atau                nasabah  bank yang menyampaikan warkat tersebut.
   - Warkat  debet  keluar,  yaitu   :  warkat  bank  lain  yang  disetorkan  oleh  nasabah  sendiri  untuk        keuntungan  rekening  nasabah  yang  bersangkutan.
   - Warkat  debet  masuk,  yaitu  :  warkat  yang  diterima  oleh  suatu  bank  dari  bank  lain  melalui       BI atas warkat atau cek bank sendiri yang ditarik oleh nasabah sendiri dan atas beban nasabah              yang  bersangkutan.
f.  Warkat kredit
   Adalah warkat yang digunakan untuk menyampaikan dana pada bank lain untuk untung bank atau       nasabah bank yang menerima warkat tersebut.
   - Warkat  kredit  keluar, yaitu : warkat  dari  nasabah  sendiri  untuk  disetorkan  kepada  nasabah           bank  lain  pada  bank  lain.  Bank  yang menyerahkan  warkat  tersebut  akan  mengkreditkan             rekening  giro  BI  dan  mendebet  giro  nasabah.
  - Warkat  kredit  masuk, yaitu  : warkat  yang  diterima  oleh  suatu  bank  untuk  keuntungan                 rekening  nasabah  bank  tersebut.  Bank  yang  menerima warkat  tersebut  akan  mendebit                 rekening  giro  B I  dan  mengkredit  giro  nasabah.

Proses mekanisme warkat-warkat kliring di lembaga kliring 
  1. Kliring Keluar, membawa warkat kliring ke lembaga kliring (Nota debet/kredit keluar). 
  2. Kliring Masuk, menerima warkat kliring dari lembaga kliring (Nota debet/kredit masuk) .
  3. Pengembalian Kliring, pengembalian warkat yang tidak memenuhi syarat yang telah ditentukan..

Sejarah Kliring


10 September 1981  : dimulainya Kliring Lokal secara manual.
Awal 1990                : dimulainya Kliring Lokal secara otomatis + bantuan mesin baca pilah (reader 
                                   sorter) +/- 1000 warkat/menit.
18 September 1998  : dibentuknya Sistem Kliring Elektronik Jakarta(SKEJ) pada 8 Bank.
18 Juni 2001            : diterapkannya SKEJ di seluruh Jakarta.
22 Juli 2005             : dibentuknya Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Tujuan Kliring

Tujuan dilaksanakan kliring oleh Bank Indonesia antara lain :
  • Memajukan dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral.
  • Perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman dan efisien.
  • Salah satu pelayanan bank kepada nasabah.

Manfaat Kliring

Bagi Nasabah :
  • Nasabah tidak perlu menarik uang dengan jumlah besar dari ATM untuk memindahkannya ke rekening bank lain.
  • Biaya transfer yang lebih murah dibandingkan transfer online.
Bagi Bank :
  • Menjadi salah satu fee based income atau pendapatan yang didapat bank diluar bunga-bunga bank.
  • Perhitungan penyelesaian utang piutang dapat dilakukan dengan lebih mudah, aman dan efisien.
  • Menjadi salah satu jasa bank kepada nasabah.

Istilah-istilah dalam kriling

Terdapat beberapa istilah yang perlu diperhatikan :

Tolakan kliring      : tolakan atas warkat.
Postdated Cheque : tanggal Cek/BG belum jatuh tempo (Titipan).
Cross Clearing      : Penarikan cek melalui kliring atas beban dana yang diharapkan akan diterima                                        penarik dari setoran cek bank lain.
Call Money           : pinjaman bagi bank yang kalah kliring (maksimal 7 hari).
Capping                : penetapan batas maksimum jumlah nominal atau nilai suatu Nota Kredit/Nota                                       Debet yang dapat dikliringkan melalui Kliring Elektronik.
Guest Bank           : fasilitas yang memungkinkan peserta kliring elektronik menggunakan Terminal 
                                 Peserta Kliring (TPK) Peserta lain pada bank yang berbeda dengan tetap                                               menggunakan identitas masing-masing peserta.
Settlement             : kegiatan pendebetan dan pengkreditan giro Bank di Bank Indonesia yang                                             dilakukan berdasarkan perhitungan hak dan kewajiban masing-masing Bank                                         yang timbul dalam penyelenggaraan SKNBI.

Legend Of Roro Jonggrang

Rabu, 08 April 2020
Posted by carakasakti.blogspot.com
Legend Of Roro Jonggrang
Long ago, there was a kingdom called Prambanan. The kingdom was led by Prabu Baka.
Prabu Baka is a very good king.
The people of the Prambanan kingdom also prospered.
Meanwhile, in another place, there was a kingdom called the Kingdom of Pengging.
Unlike King Baka, King Pengging had a very bad temper.
He likes to fight to expand his royal power.
Pengging Kingdom has a powerful knight named Bondowoso.
Bondowoso has very strong weapons and jinn troops.
Bondowoso is better known as Bandung Bondowoso.
One day, King Pengging wants to conquer the Kingdom of Prambanan.
He also summoned Bandung Bondowoso to take the Prambanan Kingdom.
"I command you and your troops to take Prambanan Kingdom!" King Pengging ordered.
Bandung Bondowoso immediately carried out his duties.
He and his troops attacked the Kingdom of Prambanan. Very easily,
Bandung Bondowoso successfully conquered the Kingdom of Prambanan.
Prabu Baka was killed. As a gift,
Raja Pengging allowed Bandung Bondowoso to take care of the Prambanan Kingdom.
Olala, apparently the Kingdom of Prambanan has a beautiful daughter
named Roro Jonggrang.
Bandung Bondowoso also called Roro Jonggrang to appear.
"What do you want, Bandung Bondowoso?" Roro Jonggrang asked curtly.
"I want to marry you. Marry me, surely your life will be peaceful and peaceful,
" said Bandung Bondowoso.
Of course, Roro Jonggrang was shocked.
He did not expect Bandung Bondowoso to propose.
In fact, Roro Jonggrang doesn't like Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso is a cruel person.
He killed his father, and made the people of the Kingdom of Prambanan miserable.
Firmly, Roro Jonggrang rejected the Bandung Bondowoso proposal.
Hearing the rejection, Bandung Bondowoso did not accept.
He also threatened Roro Jonggrang.


"If you don't want to marry me, your life will be miserable.
All the villagers will suffer," threatened Bandung Bondowoso.
Instantly, Roro Jonggrang became doubtful.
"I allow you to think first," said Bandung Bondowoso.
Requirements from Roro Jonggrang
Roro Jonggrang was confused by the Bandung Bondowoso proposal.
If he does not accept the Bandung Bondowoso proposal,
his people will be miserable. But, he does not like Bandung Bondowoso.
All night Roro Jonggrang thought, how to reject the Bandung Bondowoso proposal,
but the people remained safe. Finally, Roro Jonggrang has an idea.
The next afternoon, Bandung Bondowoso met with Roro Jonggrang.
"Have you made your choice, Roro Jonggrang?" asked Bandung Bondowoso.
"All right, Bandung Bondowoso.
I want to marry you, as long as you can fulfill my requirements." said Roro Jonggrang.
"What are your conditions?" asked Bandung Bondowoso proudly.
"Make 1000 temples and 2 wells in one night," said Roro Jonggrang.
He was sure, Bandung Bondowoso could not fulfill his requirements.
Without thinking, Bandung Bondowoso immediately agreed to the terms of Roro Jonggrang.
In the evening, Bandung Bondowoso was assisted by his Jinn forces,
building 1000 temples and 2 wells. Roro Jonggrang who secretly watched that,
became restless. The estimate is wrong.
The Bandung Bondowoso troops were very quick to complete the construction.
The time was already three thirds of the night. Only two temples have not been built yet.
"How do you frustrate their efforts?" thought Roro Jonggrang.
Gosh! Roro Jonggrang has an idea. He called all the ladies in the palace,
and told them to burn straw in the east.
Others sound dimples, and scatter fragrant flowers.
The goal is for the chickens to get up quickly and crow.
Without wasting time, the ladies in waiting immediately carried out the order.
Sure enough, roosters wake up and start crowing. Found the sky in the east is red,
the sound of dimples, the fragrance of flowers, and cockroaches,
the troops of Bandung Bondowoso hurried away.
Yes! They thought it was morning.
Finding the troops leaving, Bandung Bondowoso stops them.
"Return my troops. It's not yet morning!
There is still one more temple that you must build!" Bandung Bondowoso shouted.
Unfortunately, the army of Bandung Bondowoso still left his job.
The more angry Bandung Bondowoso when he found out that
all that was done by Roro Jonggrang. He met Roro Jonggrang,
and turned Roro Jonggrang into a temple.
Now, the temple is named Candi Roro Jonggrang, and can be found at Prambanan Temple.


Penghitungan Bunga Saldo Terendah Bulanan, Saldo Rata-Rata, Saldo Harian

Jumat, 03 April 2020
Posted by carakasakti.blogspot.com








Atau bisa download file di bawah ini .


Download File Di sini : Download

Perbedaan Cek dan Bilyet Giro

Posted by carakasakti.blogspot.com
Cek

  • Cek bisa langsung diuangkan secara tunai di bank.
  • Pembayaran dari bank bisa dilakukan atas unjuk.
  • Penarikan cek akan dikenakan biaya materai.
  • Cek memiliki fungsi sebagai surat perintah dari nasabah kepada bank untuk membayar dengan uang tunai kepada orang yang ditunjuk kepada pemegang cek tersebut.
  • Cek tidak dapat diuangkan pada bank yang bersangkutan sebelum diberi tanggal penerbitannya.
  • Hanya tercantum tanggal penerbitan karena dikenal adanya cek mundur.
  • Sumber hukum Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD).

Bilyet Giro

  • Bilyet giro tidak bisa langsung diuangkan secara tunai.
  • Pemindahbukuan yang dilakukan bank hanya dapat dilakukan atas nama.
  • Pihak penarik akan dibebaskan dari biaya materai.
  • Bilyet giro memiliki fungsi sebagai surat perintah dari nasabah kepada bank untuk memindahkan dananya kepada orang yang ditunjuk dan mempunyai rekening yang jelas pada bank tertentu.
  • Bilyet giro dapat diserahkan bank sebelum tanggal efektif jika tanggal efektif tersebut lebih awal dari tanggal penerbitanya
  • Tercantum tanggal penerbitan dan tanggal efektif.
  • Sumber hukum Peraturan Bank Indonesia (PBI).

Perbedaan Bank Umum dan BPR

Posted by carakasakti.blogspot.com

1. BPR

Kantor Pusat : Mengawasi dan mengendalikan kegiatan bank-bank cabang dalam kegiatannya seperti menghimpun pendanaannya dalam bentuk tabungan dan deposito.

Kantor Cabang : Melayani nasabah dan menghimpun pendanaan dalam bentuk tabungan dan deposito.

2. Bank Umum

Kantor Pusat : Mengawasi dan mengendalikan kegiatan bank-bank cabang dalam kegiatannya seperti kliring dan jual beli valuta asing.

Kantor Cabang : Melayani nasabah dan menghimpun pendanaan dalam bentuk giro dan sertifikat deposito.
Selamat Datang

Popular Post

Diberdayakan oleh Blogger.

Random Posts

Recent Posts

Recent in Sports